konsep dan paradigma Agama di indonesia


Adanya agama atau kepercayaan yang jumlahnya lebih dari satu, menuntut kita untuk memilih yang benar. Anggapan bahwa semua agama benar, secara logika tidaklah mungkin. Adakah semua agama benar, jika beberapa konsep ketuhanan dan ajaran masing-masing berbeda atau bahkan saling tertentangan? Tentulah tidak mungkin! Lalu hanya satu saja yang salah, lainnya benar? Inipun tidak mungkin. Dalam logika yang bisa diterima akal sehat, adalah satu benar dan lainnya salah. Lalu manakah diantara agama yang ada itu yang benar?
Dalam upaya mendapatkan kebenaran yang bisa kita pilih untuk menjadi pedoman dan tuntunan hidup, perlu dilakukan suatu kajian dengan menggunakan kriteria yang dapat diterima akal sehat serta obyektif dalam penilaiannya.Untuk mengenal kebenaran mutlak (Tuhan) bisa didapat hanya dengan informasi yang diberikan sendiri oleh Sang Mutlak kepada manusia, mengenai dirinya melalui firman-firmanNya, yang dalam ajaran agama terkumpul dalam sebuah Kitab Suci. Kitab suci adalah informasi, petunjuk dari Tuhan sehingga iapun memiliki bobot kemutlakan juga karena bersumber dari kebenaran yang sejati (mutlak). Untuk dapat menguji dan menganalisis suatu ajaran agama, perlu dilakukan pengkajian Kitab Sucinya, ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya serta nabi atau
penerima wahyu/pembawa agama tersebut. Sebuah agama dapat dikatakan benar jika memiliki konsep ketuhanan yang benar, dengan karakteristik Tuhannya memenuhi kriteria absolute, distinc dan unique (ADU). Isi firman-firmannya benar dan menginformasikan tentang konsep Ketuhanan tersebut. Konsep ajaran agamanya juga menginformasikan mengenai masalah alam semesta dan manusia. Disamping itu, penerima wahyu atau pembawa ajarannya pun orang yang kridible, memiliki kepribadian yang suci dilihat dari sisi historisnya. Marilah kita coba lakukan kajian dan analisis atas agama yang ada, secara rinci: agama Hindu, Budha, Kong Hucu, Kristen dan Islam.

A. Agama Hindu
Agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dan berkembang di India. Konsep ketuhanan agama Hindu pada awalnya adalah bertuhankan Brahma yang mempunyai sifat wisnu (membangun, memelihara) dan syiwa (merusak). Namun dalam perkembangannya dua sifat yang menyertainya itu menjadi “Tuhan” tersendiri yang menyatu dalam konsep Trimurti. Trimurti terdiri dari Brahma (Dewa Pencipta), Wisnu (Dewa Pemelihara) dan Syiwa (Dewa Perusak). Dengan demikian konsep awalnya adalah monotheisme kemudian berubah menjadi polytheisme. Selain adanya Tuhan Trimurti tersebut, dalam agama Hindu juga dikenal Dewa-dewa perantara, seperti Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Angin, dan lain sebagainya. Kitab suci agama Hindu adalah Weda. Weda berasal dari kata vid artinya
mengetahui dari veda yang berarti pengetahuan yang suci/tinggi, kebijaksanaan tertinggi, pengetahuan spiritual sejati tentang kebenaran abadi. Weda merupakan wahyu atau sabda Tuhan yang disebut sruti, yang artinya didengar. Weda sebagai himpunan wahyu yang berasal dari apurusya ( a = tidak, purusya = manusia) Kitab Weda terdiri dari Regweda, Samaweda, Yayurweda dan Athawaweda. Kitab ini menggunakan bahasa Sansekerta tinggi, dan tidak semua penganut agama Hinduiperbolehkan membaca/mempelejari kita ini. Mengenai masalah ini, Gotama Risyi pernah berkata : “Apabila seorang sudra kebetulan mendengarkan kitab Weda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor dengan cor-coran timah ke dalam kupingnya, dan apabila orang sudra membaca mantera-mantera Weda, maka raja harus memotong lidahnya, dan apabila ia berusaha membaca Weda maka raja harus memotong badannya (Gotama Smarti : 12) Yang dipercaya sebagai penerima wahyu Tuhan dalam agama Hindu ini adalah orang-orang suci yang disebut Rsi, Rsi menerima wahyu Tuhan dengan cara memandang dan melihat. Rsi tidak hanya seorang tetapi jumlahnya ada tujuh orang Rsi, yaitu Rsi Rrtsamada berhubungan dengan turunnya Rg veda Mandala II; Visvamitra berhubungan dengan turunnya Rg veda Mandala III; Vamadeva berhubungan dengan Mandala IV Rg veda; Atri dikaitkan dengan turunnya Mandala V Rg Veda; Bhradvaja berhubungan dengan turunnya Mandala VI; Vasistha berhubungan dengan turunnya Mandala VII; dan Kanva berhubungan dengan Mandala VIII Rg veda. Pokok ajaran : tujuan agama Hindu adalah tujuan beragama atau darma, yaitu mencapai pelepasan, kebebasan atau kesempurnaan roh (moksa) dan kesejahteraan ummat manusia, kedamaian, kelestarian dunia (jagaddhita). Pengertian moksa adalah kebebasan roh dari kehidupan duniawi atau pelepasan, bebas dari dosa. Sebelum mencapai moksa, setiap orang akan mengalami reinkarnasi (kehidupan kembali setelah kematian dalam wujud lainnya). reinkarnasi ini sangat ditentukan oleh kehidupan sebelumnya. Jika baik kehidupannya akan mengalami Reinkarnasi menjadi lebih baik dan sebaliknya jika buruk kehidupan sebelumnya, maka akan mengalami reinkarnasi menjadi lebih buruk. Manusia yang berbuat jahat atau maksiat, akan terkena karma di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. Proses kehidupan yang tiada akhir ini dalam ajaran Hindu disebut Samsara. Jika seseorang telah mampu memperbaiki diri menjadi manusia sempurna, maka akan mencapai Moksa (Pelepasan Roh) dan menyatunya jiwa atman dengan Brahman. Analisis: Konsep ketuhanan dalam agama Hindu dikenal dengan Tuhan Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Siwa dan adanya Dewa-dewa Perantara seperti Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Angin, dan lain sebagainya. Dilihat dari konsep ketuhanan yang demikian telah jelas tidak sesuai dengan criteria absolute. Tuhan terpersonifikasi dalam Dewa yang banyak (polytheisme) maka tidak distinc dan karenanya tidak unique. Kitab Suci Weda berdasarkan tinjauan diatas, maka tak dapat dipercaya sebagai Wahyu dari Tuhan, juga dengan turunnya wahyu tersebut melalui banyak orang suci yang dipertanyakan kemurniannya, karena mereka tak bisa secara jujur mengatakan yang sebenarnya. Ajarannya mengenai reinkarnasi, secara akal sehat tak bisa dipercaya, karena bertentangnya dengan realitas sebenarnya. Dengan demikian agama Hindu tak bisa kita percaya sebagai agama yang benar dan harus ditinggalkan.

B. Agama Budha
Asal usul agama Budha bersumber dari seorang laki-laki yang dikenal dengan nama Siddharta Gautama, anak seorang raja atau pimpinan dari Suku Sakya dari sebuah Negara kecil di bagian Utara India. Suddhodana, ayah Siddharta, memberikan kesempatan kepada putranya untuk belajar dan berkembang, mengajarkan semua keahlian yang harus dimiliki seorang pangeran. Sang ayah membawa guru terbaik dari setiap bidang, yang mengajari Siddharta pelajaran Hindu Klasik. Untuk membahagiakan anaknya, Suddhodana memanjakan Siddharta dengan memberikan segalanya yang dapat ia berikan, termasuk istana indah dan hidangan lezat. Ia juga mengatur pernikahan putranya dengan Yosadhara, putri yang paling cantik di kerajaan. Harta benda dan kemewahan yang diberikan ayahnya ternyata tak bias membahagiakan Siddharta. Pikirannya juga terus bergejolak memikirkan penderitaan manusia, tatkala suatu hari ia keluar dari Istana dan mendapati seorang lelaki yang kurus
kering karena sakit meminta-minta dan melihat seorang lelaki lain tua yang bungkuk, gemetaran bersandar pada tiang di pinggir jalan. Dia menyadari bahwa kebahagiaan kehidupannya hanyalah sementara. Akhirnya pada usia 29 tahun, Sidharta meninggalkan istana, meninggalkan istri dan seorang anak yang dicintainya. Ia bergabung dengan kelompok pertapa yang telah meninggalkan kehidupan duniawi untuk mencari kebenaran tertinggi dengan menjadi penganut Hindu. Dari guru yang satu ke guru yang lain tak mendapatkan cara untuk menghapus penderitaan, akhirnya Siddharta memutuskan untuk berkelana seorang diri, menjalani meditasi, melakukan pertapaan di hutan belantara, menyiksa diri dan akhirnya duduk mematung hingga burung pun hinggap dan mematuki bahunya dan seekor tupai meloncat di lututnya. Menjalani pengembaraan dan pertapaan selama tujuh tahun, Siddharta tak menemukan kebenaran yang dicarinya. Tiba-tiba dia menyudahi pertapaan itu dengan meminum segelas susu dan makan nasi yang diberikan seorang wanita yang baik hati
ketika melihatnya. Ia kemudian duduk di bawah pohon Bodhi yang dikenal sebagai “ficus religiosos” (pohon kebijaksanaan), berniat untuk tidak meninggalkan pohon tersebut sampai dia mendapatkan jawaban untuk mengatasi penderitaan. Saat matahari terbit, Siddharta diterangi dengan cahaya kebijaksanaan yang berasal dari tubuhnya sendiri. Seluruh pertanyaannya terjawab dengan jelas. Ia mengalami realisasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, penghentian dari pendeitaan, pemahaman intuisi terhadap kehidupan dan kematian. Ia bangkit dengan pancaran sinar dan kuat, penerangan sempurna. Sejak itu, Siddharta Gautama dikenal sebagai Buddha. Dari uraian dan penjelasan histories munculnya agama Budha, menunjukkan bahwa konsep ketuhanan agama Budha tidaklah jelas, karena sang Buddha dalam agama ini telah menjadi guru sekaligus Tuhan sesembahan bagi penganut Buddha. Kitab suci agama Buddha bernama Tripitaka, yang mana kitab ini terhimpun dari pidato Buddha, yaitu Windyapittaka (peraturan hidup), Sutrantapittaka (wejangan/pelajaran Buddha) Abbidharmapittaka (soal keagamaan). Ajaran Agama Budha adalah dua hal, yaitu Aryasatyani (kebenaran yang utama) dan Paratyasamutpada (rantai lingkaran sebab akibat).
Menurut Buddha, hidup ini adalah penderitaan, penderitaan akibat hawa nafsu, penderitaan dapat dibuang dengan jalan membuang hawa nafsu, dan hawa nafsu ini dapat dibuang dengan delapan cara (astaweda), yaitu kepercayaan yang kuat dan benar, niat dan pikiran yang benar, perkataan yang benar, kelakuan yang benar, penghidupan yang benar, tindakan yang benar, perhatian yang benar (tidak boleh terkena pengaruh sedih/senang) Semedi (pemusatan pikiran) yang benar.
Dalam Aryasatyani juga diterangkan, bahwa hidup adalah penderitaan, akibat dari nafsu, maka nafsu harus ditindas. Tetapi nafsu ini timbul karena kebodohan, sehingga kebodohanlah yang harus ditindas terlebih dahulu. Dengan demikian terhentilah hidup yang terjalin karena penderitaan, tinggal hidup yang abadi. Orang-orang yang yang telah mencapai hidup yang abadi ini tidak akan menitis kembali di atas bumi karena telah masuk nirwana.
Apabila dicermati, sebenarnya ajaran ini bukanlah merupakan suatu agama, karena kitab suci yang seharusnya memberikan informasi dari TuhanNya mengenai konsep ketuhanan, mengenai utusanNya telah gugur bila diukur dengan kaidah-kaidah kebenaran. Apalagi dengan kitabnya. Analisis: Konsep ketuhanan dalam agama Budha tidaklah jelas, karena sang Buddha dalam agama ini telah menjadi guru sekaligus Tuhan sesembahan bagi penganut Buddha. Dalam agama ini juga dikenal banyak Dewa disamping Sang Budha, sehingga termasuk dalam agama polytheisme. Dengan demikian Tuhan dalam agama Buddha tidak distinc dan karenanya tidak unique. Kitab Suci Tripittaka merupakan kumpulan pidato dan konsep-konsep kebijakan dari Sidharta Gautama setelah dianggap mencapai penerangan yang sempurna (Buddha), bukan merupakan wahyu yang datangnya dari Tuhan yang absolute, distinc dan unique. Tidak menjelaskan mengenai konsep ketuhanan maupun informasi mengenai alam semesta.
Pembawa agama ini adalah seorang manusia yang meninggalkan kehidupan duniawinya dengan hidup menderita, bertapa, menyiksa diri, melakukan meditasi untuk mendapatkan kebenaran sejati. Cara-cara yang dilakukan dengan menjauhkan diri dari kehidupan dunia justru bertentangan dengan hasrat terdalam manusia untuk memanfaatkan alam semesta ini. Ajaran pokoknya adalah penderitaan, penderitaan akibat hawa nafsu, penderitaan dapat dibuang dengan jalan membuang hawa nafsu, dan hawa nafsu ini dapat dibuang dengan delapan cara (astaweda). Konsep demikian merupakan hasil dari pemikiran dan meditasi sehingga lebih menyerupai konsep filsafat bukan agama yang sebenarnya. Dengan demikian agama Buddha tak bisa kita percaya sebagai agama yang benar dan harus ditinggalkan.

C. Agama Kristen
Ajaran Kristen mempunyai kaitan erat dengan ajaran Nabi Musa dengan kitabnya Taurat dan ajaran Nabi Isa dengan kitabnya Injil, karena itu perlu diketahui terlebih dahulu mengenai ajaran Yahudi dan ajaran Nasrani yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Ajaran Yahudi.
Sewaktu Bani Israil bermukim di Mesir sejak Nabi Yusuf hingga Nabi Musa selama lebih dari 400 tahun, Bani Israil makin tidak mengenal Tuhan yang Esa lagi, dan sebagai puncaknya pada zaman Musa/Ramses II. Dengan mu’jizat Musa yang hebat itu, Bani Israil kembali ke agama Tauhid. Namun setelah Musa berkhalwat di bukit Sinai, didapatinya Bani Israil tersebut telah berbalik, yaitu menyembah anak lembu yang terbuat dari emas. Ini membuktikan bahwa mu’jizat Musa telah mulai pudar. Setelah Musa tidak ada, kitab Taurat sebagai ajaran dari Musa dikotori oleh tangan-tangan Yahudi, sehingga memindahkan kedudukan Allah dan selanjutnya kitab itu diganti dengan kitab Talmud, yaitu kitab yang berisi tafsiran kitab Taurat yang berisi 34 kitab tebal. Dan kitab Talmud itulah yang kemudian dipakai sebagai pegangan utama Bani Israil. Jadi bolehlah dikatakan bahwa pengaruh dari mu’jizat Musa telah lenyap. Sejak 63 tahun sebelum Masehi, Palestina dikuasai oleh kaisar Pompanyus dari Romawi, dan akhirnya orang-orang Yahudi meniru-niru kebiasaan gaya hidup orang Romawi, sehingga penyelewengan Bani Israil, terutama Yahudinya, telah melampaui batas, diantaranya di dalam Baitul Maqdis dijadikan tempat maksiat yang luar biasa.

2. Ajaran Nasrani
Pada saat kehidupan agama Yahudi yang sangat kritis di tempat itu, turunlah Isa AS untuk menyelamatkan umat. Dengan mu’jizatnya yang hebat dalam waktu tiga tahun tiga bulan lebih tiga hari, berpuluh Bani Israil kembali ke agama tauhid. Imam-imam jahat Yahudi yang biasanya memeras umatnya untuk kepentingan duniawi, kini tidak dapat berkutik lagi. Karena rasa amarahnya yang sangat, maka imam-imam jahat itu kemudian memfitnah Nabi Isa AS hingga pengikutnya murtad secara masal. Setelah Isa AS tidak mempunyai kekuatan yang berarti maka imam-imam tadi dibantu oleh lascar Romawi, berusaha membunuh dan menyalib Nabi isa AS, maka terjadilah peristiwa salib
yang misterius itu. Jika toh ada yang mengimani ajaran Isa yang tauhid itu diketahui oleh kaisar, sehingga mereka dikejar-kejar dan lari menyembunyikan diri di dalam gua dan tertidur di sana selama 309 tahun seperti tersebut dalam Al-Quran surat Kahfi. Jadi dapatlah dimengerti kalau pada waktu itu agama tauhid sedang tidak ada.

3. Paulus dan Gerakannya
Paulus yang lahir sepuluh tahun setelas Isa AS itu adalah anak dari seorang bapak Yahudi dan ibu Romawi. Ia lahir di kota Tarsus di pulau Kilika, sebuah kota Hellinisme, tempat bercampurnya peradaban Barat dan Timur, termasuk agama dan bermacammacam kepercayaan. Ia memasuki sekolah agama di kota itu dan agama yang dipeluknya adalah Oepheus, sebagai agama yang bertuhan kepada Zeus sebagai Bapak, Zagreus sebagai Tuhan Putra yang mati disalib dalam rangka penebus dosa/ menyelamatkan umat dari dosa. Mendengar bahwa di Palestina ada peristiwa salib atas diri Isa AS (Yesus), sementara baginya tersalibnya anak Tuhan merupakan tonggak kepercayaan baginya, maka ia pergi ke Yerusalem di negeri Palestina. Disana ia belajar kitab Taurat dan kitab Nabi lain kepada Imam Gamaliel. Disamping itu ia mempelajari ajaran-ajaran yang ditinggalkan Nabi AS. Ia termasuk anak yang cerdas sehingga dalam waktu yang singkat dapat menguasai ajaran dari Gamaliel dan ia menjadi orang penting bagi Gamaliel. Sewaktu diutus ke Damsyik (Damaskus) untuk menangkap sisa-sisa pengikut Isa AS, sekonyong-konyong terjadfi peristiwa yang mengubah jalan sejarah agama. Karena perjalanan itu sangat jauh maka sewaktu sampai di Damaskus, ia amat lelah dan rebah (tidur). Setelah bangun dari rebah ia bercerita kepada pengikutnya bahwa ia bertemu dengan Yesus sewaktu rebah tadi, dan ia diangkat jadi Rasul. Sejak itu ia mengajarkan bahwa Yesus itu Tuhan yang kehadirannya di dunia ini untuk disalib dalam rangka menyelamatkan orang-orang yang beriman. Ajaran Paulus ini ditentang oleh murid-murid Yesus yang banyaknya 12 orang, namun Paulus terus melakukan propaganda. Karena daerah operasinya di daerah yang pada umumnya merupakan daerah paganisme (kepercayaan dan pemujaan kepada dewa-dewa) yaitu Antiochia, dimana kebanyakan orang-orangnya memuja dewa Mithra (dewa yang mati dibunuh dalam rangka menebus dosa). Setelah setahun ia mengajar di sana, kemudian lahirlah agama Kristen (Kisah Rasul-rasul 11 : 26). Atas dasar ini, maka orang-orang barat yang melakukan penyelidikan dan jujur mengatakan bahwa agama Kristen itu bukan ciptaan Tuhan, juga bukan didirikan Yesus/murid-murid Yesus. Jadi kira-kira 15 tahun dari peristiwa salib yang misterius itu, yaitu pada tahun 48 Masehi lahirlah agama Kristen yang disamping percaya kepada Allah juga percaya kepada Kristus (Sang Kristus = Yesus).

4. Konsep Ketuhanan
Umat Kristen beriman kepada Tuhan Bapa atau Tuhan Allah, Tuhan Putra, atau Firman atau Yesus atau dikenal juga sebagai Isa Almasih dan Roh Kudus atau Malaikat Jibril. Konsep ini disebut sebagai doktrin Trinitas. Dasar dari keyakinan demikian dijelaskan dalam Injil Yohanes, 5 : 7 ‘ 8 — ‘Sebab ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga : Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi : Roh, darah dan air dan ketiganya adalah satu. Dan Injil Matius, 28 : 19 — ‘ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Demikianlah, doktrin yang telah ditanamkan terhadap umat Kristiani sejak mereka kecil hingga besar untuk menerima keyakinan dan konsep tersebut tanpa adanya suatu pertanyaan dan sanggahan yang kritis terhadapnya.

5. Kitab Suci Umat Kristen
Kitab suci umat Kristen disebut Bible atau Byble atau Gospel dan masih banyak lagi sebutan yang lain. Kitab tersebut terdiri dari kitab-kitab :

a. Kitab Perjanjian Lama, yaitu kitab-kitab yang ditulis sebelum masehi yang meliputi :
Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan dan Kitab Ulangan. Kelima Kitab ini dahulunya hanya berupa sebuah kitab saja yang dikenal dengan Kitab Taurat. Selain itu adalah Kitab nabi Yesayas, dan lain-lainnya.

b. Kitab Perjanjian Baru, yang berisi kitab-kitab Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yahya, Kitab Rasul-rasul kaya Lukas, Surat-surat Paulus dan Kitab Wahyu. Perlu dijelaskan disini bahwa, Markus adalah pembantu Paulus (Timotius 4:11), Lukas adalah tabibnya Paulus (Kolese 4 : 14). Matius dan Lukas menulis Injil dengan mengambil bahan dari Markus. Jadi selain Yahya surat-surat lain dan Kitab Wahyu adalah karya Paulus dan orang-orang yang telah kena pengaruhnya. Bibel yang kita jumpai sekarang ini, pada zaman dahulu belum ada. Kitab Taurat ditulis kira-kira 1200 tahun sebelum masehi. Dan Kitab terakhir dan Perjanjian Baru (Kitab Wahyu) ditulis sekitar tahun 105. Kitab Injil Markus ditulis dalam bahasa Yunani dan kemudian disalin, dan salinan ini kemudian disalin lagi. Kini tulisan Markus dan salinan yang pertama telah tiada, yang ada hanya salinan kedua. Bibel dijadikan berpasal-pasal oleh Hugo pada tahun 1236 dan kemudian dijadikan berayat-ayat oleh Robertus pada tahun 1551. Jadi Bibel dalam ujud seperti yang sekarang ini dibentuk dalam waktu 551, yuitu dari tahun 1200 SM hingga 1551 M. Bahwa isi Bibel banyak yang irasional dan bertentangan, memang telah diakui banyak sarjana.

Analisis:
Konsep ketuhanan dalam agama Kristen atau Katholik adalah Trinitas, mempercayai adanya Tuhan Bapa, Tuhan Putra dan Roh Kudus. Konsep Ketuhanan demikian menunjukkan bahwa konsep ketuhanannya adalah monoteisme, bukan poleteisme. Walau umat Kristen yakin dengan konsep Trinitas ini, ternyata konsep itu ada dalam Injil “The King James Version”, yang diresmikan pada tahun 1611, dan menjadi bukti paling kuat tentang doktrin trinitas. Tetapi sekarang bagian ini, “Bapa, Firman dan Roh Kudus dan tiga ini adalah satu,” telah dihapus dalam Revised Standard Version cetakan 1952 dan 1971 dan juga dalam banyak kitab lainnya sehingga perubahan ini jelas telah mempengaruhi teks Yunani. Injil Yohanes 5 : 7-8, dalam The New American Standard Bible, berbunyi: “Dan rohlah yang bersaksi karena Roh adalah benar. Karena ada tiga yang bersaksi, Roh, air dan darah dan ketiganya sudah sepakat. “ juga dalam The New Word Translation of Holy Scriptures, digunakan oleh kesaksian Jehovah, ditemukan penjelasan : “Karena ada tiga yang bersaksi : Roh, air dan darah dan ketigany dalam kesepakatan.’’ Isi ayat tersebut telah dirubah dan digantikan, namun
banyak Pendeta, Pengkhotbah dan Umat Kristiani yang tidak menyadari tentang masalah ini. Disamping itu Doktrin Trinitas bukanlah Ayat Al-Kitab. Kata Trinitas ini tidak ada dalam Al-Kitab atau kamus-kamus Al-Kitab. Trinitas juga tidak pernah diajarkan atau disabdakan Yesus. Tidak ada dasar atau bukti dalam Al-Kitab untuk membenarkan hal itu.Lebih jelas lagi dengan mencoba memahami karakteristik Tuhan yang Absolut, Distinct dan Unique, maka konsep Trinitas dalam agama Kristen ataupun Katolik tidak masuk dalam kategori Tuhan yang sejati. Kitab Suci Agama Kristen yaitu Bibel atau dikenal sebagai Perjanjian Lama dan Injil atau Perjanjian Baru, keduanya telah mengalami perubahan-perubahan dan kesepakatan-kesepakatan. Ini terjadi pada saat Konsili Nicaea (325 M), Konsili Chalcedon (451), The King James James Version (1611), Standard Version (cetakan 1952 dan 1971) dan perubahan-perubahan lainnya yang dilakukan hingga saat ini. Kitab demikian tak terjamin aotentisitasnya, dan sumber kitab suci ini bukan merupakan firman-firman Tuhan langsung. Sehingga tak bisa dijadikan pedoman sebagai kitab suci sebuah agama.
Pembawa ajaran Kristen ini adalah Yesus sebagai penerima Wahyu dari Tuhan dalam ajaran Nasrani dan berubah menjadi agama Kristen yang dibawakan oleh Paulus yang mengaku sebagai Rosul. Dimana jarak kehidupan Yesus (Isa Al-Masih) dengan Paulus selama sekitar 10 tahun dan Paulus tak pernah bertemu dengan Yesus (Isa Almasih) secara langsung. Penyampai dari Injil tersebut adalah Markus adalah pembantu Paulus (Timotius 4:11), Lukas adalah tabibnya Paulus (Kolese 4 : 14). Matius dan Lukas menulis Injil dengan mengambil bahan dari Markus. Jadi selain Yahya surat-surat lain dan Kitab Wahyu adalah karya Paulus dan orang-orang yang telah kena pengaruhnya. Konsep Ajaran Kristen dikenal dengan 10 perintah Tuhan ajaran yang baik, karena perintah dari Tuhan kepada nabi Musa maupun nabi Isa. Konsep Ajaran lainnya : adalah (a) adanya dosa waris; Adam dan Hawa makan buah kholdi akhirnya diturunkan dari surga, (b) penciptaan manusia sebagai kecelakaan, Roh Allah dibungkus oleh tanah yang kotor, (c) Lewat Roh Kudus dan Bunda Maria, lahir Isa Almasih sebagai Putra Tuhan dan menebus dosa manusia dengan disalib, (d) Setelah ditebus dosanya, untuk membalas dan penghormatan pada Yesus harus bersedia dibaptis, menjadi orang yang selamat (e) Mereka yang belum dibaptis adalah para domba yang harus diselamatkan. Dari seluruh konsep ketuhanan, kitab suci, pembawa ajaran dan ajaran pokok dari Agama Kristen ini, merupakan konsep manusia yang telah diubah-ubah. Sehingga tidak bisa dijadikan agama yang patut untuk diyakini dan diimani.

D. Agama Islam
Agama Islam datang dan lahir dimulai di jazirah Arab, tepatnya di kota Makkah, dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang diawali dengan diterimanya wahyu pertama di gua Hiro pada malam hari di bulan Ramadhan, ketika beliau melakukan takhanuts (menyendiri untuk berkomunikasi dengan Tuhan). Saat itu beliau berumur sekitar 40 tahun, pada tahun 609 M, datanglah malaikat Jibril ke hadapannya menyampaikan wahyu dari Allah.”Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang menjadikan. Ia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Mulia, yang mengajarkan dengan qalam. Diajarkannya manusia apa yang tidak diketahu. “ (QS. Al-Iqro, 96 : 1-5) Wahyu yang pertama ini kemudian dilanjutkan secara bertahap selama sekitar 23 tahun, yang terdiri dari 30 juz dan 114 surat. Wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad ini berupa informasi-informasi, solusi-solusi atas setiap permasalahan, kisah-kisah manusia dan kaum terdahulu maupun yang akan datang dan ajaran-ajaran agama Islam, yang secara keseluruhan merupakan kitab suci agama Islam dan disebut Al-Quran. Dalam kitab ini diinformasikan secara detail mengenai konsep ketuhanan, alam semesta dan mengenai manusia sendiri. Bagaimana Al-Quran sebagai kalamullah (wahyu dari sang Mutlak) bicara mengenai konsep ketuhanan dalam Islam? Dalam Al-Quran, Tuhan memperkenalkan
dirinya sendiri melalui firmanNya. “Sesungguhnya aku ini adalah Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku. Dan dirikanlah sholat untuk mengingatku.” (QS. Thoha, 20 :14) Allah memiliki sifat-sifat seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Ikhlas: ”Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlash, 112 : 1-4) Allah swt adalah Tuhan pencipta alam semesta, langit dan bumi serta isinya. Dia yang memelihara dan mengatur seluruh makhluknya. Kepunyaan Allahlah semua yang ada di langit dan bumi, semua tunduk dan patuh pada aturan Allah swt. Dia ada sebelum semua ada. Pun Dia ada setelah semua binasa. Allah adalah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Dhohir dan yang Bathin. Sebagian sifat-sifat Allah tersebut tercantum dalam ayat-ayat dari Al-Quran sebagai berikut :
“Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah
(menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kepun Dialah Yanag Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemidan Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk kedalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamui kerjakan.” (QS. Al-Hadid, 57 : 1-4) “ Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebenaran dan kemuliaan (QS. Ar-Rahman, 55 : 26-27) “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu, tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu maka sembahlah Dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’am 6 : 102-103) Demikianlah Al-Quran menginformasikan tentang konsep ketuhanan dalam Islam. Selanjutnya bagaimana informasi yang Allah sampaikan mengenai Kitab Suci Al-Quran? Al-Quran merupakan kitab yang berisi kebenaran yang datang dari Tuhan sebagai peringatan kepada seluruh umat manusia. Al-Quran berisi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin. Hal ini ditunjukkan dalam ayat-ayat Al-Quran sebagai berikut : “” Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang
yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.” (QS. As-Sajdah, 32 : 3) “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqoroh, 2 :2-3) “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl, 16 : 89) Isi Al-Quran tidak akan dapat dirubah oleh siapapun, meski semua manusia maupun jin berhimpun membuat kitab yang sama dan Allah senantiasa menjaga
keberadaan Al-Quran ini. Hal ini dapat dilihat pada ayat-ayat berikut ini : “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimatNya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al- An’am, 6 : 115)
“Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu sebagian yang lain. (QS. Al-Israa’, 17 : 88). “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr, 15 : 9) Sementara itu informasi mengenai pembawa risalah, atau utusan yang menerima Wahyu dari Allah untuk disampaikan pada umatnya, Al-Quran menjelaskan bahwa terhadap kaum Bani Israil, Nabi Isa telah menyampaikan akan keberadaan dirinya sebagai utusan Allah dan kelak akan datang sesudahnya Nabi terkakhir yang bernama Muhammad saw. Muhammad saw merupakan seorang rosul dan para pengikutnya saling berkasih sayang satu sama lainnya. Hal ini terlihat pada ayat-ayat berikut : “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata : “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rosul yang akan dating sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata : “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaff, 61 : 6)”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rosul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rosul.” (QS. Al-Imran, 3 : 144) “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rosulullah dan penutup nabi-nabi. Dia adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab, 33 : 40) “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” .(QS. Al-Fath, 48 : 29). Kehadiran Nabi Muhammad saw turun di muka bumi menjadi utusan Allah untuk
memberi peringatan kepada semua manusia seluruh alam. Maka kita sebagai umat Muhammad saw dituntut untuk mengikutinya dan menjadikan beliau sebagai tauladan agar kita mendapatkan kebahagiaan dunia hingga akhirat. Al-Quran menjelaskan hal ini dalam ayat-ayat berikut :”Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba” , 34 : 28) “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab, 33 : 21) Ajaran Pokok Islam dapat dikelompokkan dalam aqidah (tauhid), syariah dan akhlak. Yang dimaksud dengan aqidah menurut etimologi (asal kata) adalah ikatan, sangkutan, sedangkan menurut terminology (istilah) makna aqidah adalah iman, keyakinan. Aqidah memiliki makna yang lebih luas sebagai keyakinan atau keimanan seseorang terhadap agama dan ajarannya, yang menjadi dasar bagi aktivitas dalam
kehidupannya. Pembahasan tentang aqidah selalu terkait dengan Rukun Iman yang meliputi : (1) Iman kepada Allah, (2) Iman kepada malaikat-malaikatNya, (3) Iman kepada kitab-kitabNya, (4) Iman kepada rasul-rasulNya, (5) Iman kepada hari kiamat/akhirat, (6) Iman kepada qadha dan qadar. Pembahasan tentang aqidah dilakukan dalam Ilmu kalam, yakni ilmu hasil penalaran atau ijtihad manusia yang membahas dan menjelaskan tentang kalam Ilahi (emengenai aqidah) atau juga disebut ilmu tauhid karena membahas dan menjelaskan (terutama) tentang ke-Esaan Allah (tauhid), atau meminjam istilah asing, kini sering dipergunakan istilah teologi yakni ilmu tentang ketuhanan. Menurut etimologi, Syariah adalah jalan (ke sumber atau mata air) yang harus ditempuh (oleh setiap umat Islam). Menurut terminology (istilah), syariah adalah system norma (kaidah) Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesama manusia dalam kehidupan social, hubungan manusia dengan benda dan alam lingkungan hidupnya. Kaidah yang mengatur hubungan langsung manusia dengan Allah disebut kaidah ibadah atau kaidah ubudiah yang disebut juga kaidah ibadah murni (mahdloh), kaidah yang mengatur hubungan manusia selain dengan Allah (dengan sesame manusia dan dengan alam lingkungan) disebut kaidah mu’amalah. Disiplin ilmu yang hkusus membahas dan menjelaskan syari’ah disebut ilmu fikih. Akhlak ialah sikap yang menimbulkan kelakuan baik atau buruk. Berasal dari kata khuluk yang berarti perangai, sikap, perilaku, watak, budi pekerti manusia terhadap Khalik (Pencipta alam semesta) dan makhluk (yang diciptakan). Karena itu dalam garis besarnya ajaran akhlak berkenaan dengan sikap dan perbuatan manusia terhadap Khalik, yakni Allah swt dan terhadap sesame makhluk (segala yang diciptakan oleh Khalik itu). Sikap terhadap sesama makhluk dapat dibagi dua yaitu pertama, akhlak terhadap sesame manusia yakni diri sendiri, keluarga, tetangga dan masyarakat. Kedua, akhlak terhadap makhluk bukan manusia yang ada di sekitar lingkungan hidup kita. Yang disebut terakhir ini (akhlak terhadap bukan manusia) dapat dibagi lagi menjadi akhlak terhadap tumbuh-tumbuhan, terhadap hewan dan terhadap bumi dan air serta udara di sekitar kita. Akhlak manusia terhadap Allah dibahas dan dijelaskan lebih dalam oleh ilmu tasawuf, sedang akhlak manusia terhadap sesame ciptaan Allah dibahas dan dijelaskan oleh ilmu akhlak. Analisis: Konsep ketuhanan dalam agama Islam sangat jelas adalah monoteisme, memenuhi karakteristik adu. Absolut (112:2; 6:102-103; 57 : 1-6; 55 : 26-27), Distinct (112:1; 2:163; 20:8) dan Unique (42:11; 112:2-3; 2:255) Al-Quran sebagai kitab suci Al-Quran merupakan kitab yang berisi kebenaran yang datang dari Tuhan sebagai peringatan kepada seluruh umat manusia. (32:3), Al- Quran berisi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. (2:2-3), menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin. (16:89) Isi Al-Quran tidak akan dapat dirubah oleh siapapun (6:115), meski semua manusia maupun jin berhimpun membuat kitab yang sama (17:88), dan Allah senantiasa menjaga keberadaan Al-Quran ini (15:9). Dalam kitab suci Al-Quran ini berisi dan menjelaskan mengenai konsep ketuhanan maupun informasi mengenai alam semesta. Pembawa risalah agama Islam adalah Nabi Muhammad saw, seorang manusia terpilih keturunan Nabi Ibrahim AS, yang akhlak dan kepribadiaannya terjaga sejak kecil dan oleh kaumnya mendapat gelar Al-Amin (yang dapat dipercaya), sebelum beliau diangkat menjadi Nabi. Muhammad saw merupakan seorang rosul dan para pengikutnya saling berkasih sayang satu sama lainnya (48:29). Muuhammad adalah seorang rosul, melanjutkan risalah nabi-nabi sebelumnya (3:144), Diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai Nabi terakhir (33:40), ajaran yang dibawa Beliau adalah Rahmat bagi semesta alam (21:107) dan Beliau merupakan teladan bagi pengikutnya (33:21)
Ajaran Pokok Islam dapat dikelompokkan dalam aqidah (tauhid), syariah dan akhlak. Ketika kelompok ajaran Islam tersebut saling terkait dan secara keseluruhan membahas konsep Islam mengenai Tuhan, alam dan manusia, yang akan dibahas lebih lanjut dalam kajian pada bab berikutnya.

About these ads

6 responses to this post.

  1. Posted by DHARMAWAN on August 29, 2010 at 5:01 am

    KITAB SUCI TRIP[TAKA, INJIL, AL OURAN LEBIH MIRIP KE BHAGAWAD GITHA, YANG D IDADALM AGAMA HINDU HANYA URAIAN DARIPADA KITAB SUCI POKOKNYA YAITU CATUR WEDA. DI GUNAKAN AGAR LEBIH MUDAH MEMAHAMI BAGI UMAT YANG BELUM MEMAHAMI AGAMA SECARA UTUH.

    Reply

  2. Posted by Anonymous on October 28, 2012 at 6:32 pm

    emangnya ada agama yg menyulitkan kita untuk mempelajarinya???

    Reply

  3. Posted by lotus on January 19, 2013 at 5:29 am

    Kalau belum pernah makan buah mangga, anda tidak akan tahu rasanya..demikian pula kalau belum tahu atau memahami ajaran agama orang lain, hendaknya jauhkan pikiran untuk menyudutkan bahkan merendahkan ajaran agama tersebut dan membernarkan dengan cara sendiri ajaran agama sendiri…itu bagian dari egoisme yg tidak dikehendaki Tuhan…bagi yang benar2 dapat memahami hakekat Tuhan, semua dualitas, baik buruk, terang gelap, sedih gembira dll, adalah Tuhan…semua mahluk beserta alam semesta adalah milikNya, ciptaanNYa….

    Reply

    • Posted by Ismail daud on December 23, 2013 at 10:51 pm

      Bicara tentang ugama,tidak ada kompromi lagi bahawa agama yang benar disisi Allah hanyalah ISLAM. ان الدين عند الله الاسلام

      Reply

  4. Posted by Anonymous on January 27, 2013 at 1:10 pm

    keyakinan itu ada di setiap lubuk hati manusia yang paling dalam, maka hendaknya pemerintah menghapus agama yg tertera di ID / KTP . agar tidak terjadi permusuhan di antara mahluk sesama. ( intinya jgn gembar gembor kan masalah keyakinan, mesti di simpan dlm hati . )

    Reply

  5. Posted by Anonymous on April 4, 2013 at 9:09 am

    mana dimana anak kambing saya….anak kambing saya ada di kampung baru. siapa yg menyanyi…siapa yang menciptakan nyanyian…dan siapa yang menganggap nyanyian…ketiganya sama-sama penikmat dan tidak tau mengapa itu dubuat. mungkin ingin merasakan sesuatu, mengalihkan ketegangan, atau alasan lainnya. hal ini sama juga seperti sebutan agama, tuhan atau yang lainnya. karena pikiran dan kebijaksanaan manusia sudah mentok alias kandas di bumi ini. apalah arit sebutan itu jika memang semua sudah ada lalu kenapa penjara penuh manusia, kenapa diskotik, spa dan lainnya ada manusia. coba tebak…mereka beragama apa? ironis jika, hanya melihat sesuatu hanya dari jumlah, karena wujud asli sesuatu bukan karena ia ada atau tidak, namun melihat semua sebagai mana adanya. kita manusia hanya seakan-akan merasa hebat, sok bahagia, padahal idealnya semu dan kosong.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: